Senin, 05 Januari 2009

Bulava, pengancam dari dalam samudera



Tak henti-hentinya berbagai negara mengembangkan senjata pencabut nyawa. Kali ini Rusia mengembangkan sebuah peluru kendali (Rudal) berhulu ledak banyak yang basis peluncurannya dari kapal selam.
Rudal strategis yang dinamai Bulava tersebut September silam diujicoba peluncurannya dari kapal selam Dmitry Donskoi yang berlayar di Laut Putih di utara Rusia dan menjangkau sasarannya di Semenanjung Kamchatka, pantai timur Rusia yang berjarak sekitar 6.700 km.
Pengujian itu seolah-olah menjadi jawaban Rusia yang selama ini sudah dibikin gondok lantaran rencana AS untuk menggelar sistem pertahanan antirudal di wilayah-wilayah yang tadinya menjadi bagian dari Blok Timur Uni Soviet di era Perang Dingin dulu. AS sendiri selama ini berdalih bahwa sistem pertahanan yang di antaranya bakal digelar di Polandia dan Republik Cheska itu bertujuan menangkal serangan dari negara-negara seperti Korea Utara atau Iran.
Rudal Bulava yang disebut memiliki daya jangkau 8.000 kilometer itu sendiri menurut pihak Rusia memiliki kemampuan menghantam jaringan Rudal pertahanan udara. Kemampuan ini didapat dari 10 hulu ledak yang bisa dibawa sekaligus dalam satu unit Rudal, namun kesepuluh hulu ledak itu bisa diarahkan untuk menghancurkan targetnya sendiri-sendiri yang terpisah-pisah. Model yang juga diistilahkan sebagai Multiple Independently Targetable Reentry Vehicle (MIRV) seperti ini sudah cukup lazim diterapkan pada Rudal jarak jauh seperti misalnya pada Rudal Minuteman III asal AS
Menurut pers Rusia, Rusia untuk kali pertama menguji rudal Bulava pada September 2005 dan sukses melaksanakan pengujian lengkap untuk kali pertama pada Desember tahun lalu. Bulava atau yang biasa diidentifikasi sebagai SS-NX-30 adalah versi Rudal berbasis kapal selam dari Rudal antarbenua terbaru Rusia yaitu Topol-M atau SS-27. Hanya saja dilakukan sedikit modifikasi dalam hal ukuran yang akhirnya mempengaruhi pula jarak jangkaunya. Ini lantaran Rudal Topol yang panjangnya 21,9 meter terlalu besar untuk dimuatkan ke kapal selam.
Globalsecurity.org menyebutkan bahwa Rudal ini kemungkinan bakal menjadi senjata andalan kapal selam nuklir kelas Borey yang juga baru dirilis. Pada tahun 2007 sudah ada tiga buah kapal kelas ini yang dibangun. Namun ada laporan bahwa justru kapal selam dari kelas yang lebih tua yaitu kelas Typhoon yang justru akan dimodifikasi agar bisa menyandang Rudal ini. (R Bambang Aris S)

Foto: Globalsecurity.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar