Belum lama ini, tepatnya akhir September lalu, China kembali membuat berbagai bangsa di dunia terpana lantaran prestasi mereka di bidang penjelajahan antariksa. Kali ini seorang astronot China atau dalam istilah mereka disebut taikonot sukses melakukan "jalan-jalan di antariksa" alias spacewalk.
Prestasi ini makin menegaskan posisi China sebagai negeri ketiga di dunia setelah Rusia dan AS yang mampu secara mandiri menggelar program misi antariksa berawak. Yang tak kalah istimewa adalah kemampuan China membuat sendiri pakaian antariksa bagi taikonotnya untuk berjalan-jalan di antariksa itu.
Zhai Zhigang, sang taikonot saat itu mengenakan pakaian antariksa yang dinamai Feitian. Menurut chinadaily.com, pakaian antariksa itu nilainya lebih kurang US$4 juta atau sekitar Rp 37 miliar dengan bobot 120 kilogram. Pakaian ini diadopsi dari model pakaian antariksa bikinan Rusia yaitu Orlan-M dan mampu dipakai melakukan aktivitas di luar pesawat antariksa selama tujuh jam.
Nah, kenapa pakaian antariksa bisa begitu mahal harganya? Ini karena pakaian itu memang tidak sembarangan karena harus melindungi pemakainya dari kondisi ekstrem di antariksa yang tanpa tekanan udara dan gravitasi dan tanpa oksigen. Ketiadaan lapisan atmosfer juga menimbulkan bahaya yang sangat besar dari radiasi sinar matahari dan ancaman dari hantaman serpihan benda antariksa atau mikrometeorit.
Karenanya seperti diungkapkan dalam Howstuffworks.com, pakaian antariksa, apalagi yang dikenakan untuk aktivitas di luar pesawat harus bisa memenuhi berbagai kebutuhan seperti memberikan kondisi tekanan udara, memasok oksigen, membersihkan karbondioksida dari hasil pernapasan, memelihara suhu, melindungi dari radiasi matahari dan hantaman serpihan benda angkasa serta mendukung pergerakan dan aktivitas fisik yang harus dijalani astronaut.
Untuk memenuhi segala kebutuhan itu, di baju antariksa itu dibekalkan berbagai perangkat seperti radio komunikasi, tabung persediaan oksigen, tabung pengolah karbondioksida, wadah air minum, kamera, lampu dan baterai pemasok energi listrik. Bajunya sendiri juga dibuat dari berbagai bahan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penggunanya.
Untuk mencegah sengatan panas, umumnya pakaian antariksa dilapisi bahan penahan panas seperti Neoprene, Gore-Tex atau Dacron dan di bagian luarnya dilapisi bahan pemantul cahaya matahari. Untuk menjaga suhu di dalam pakaian agar tidak panas juga akibat aktivitas si pemakai, pakaian antariksa pada masa awal dilengkapi kipas angin kecil untuk pendingin. Model yang lebih maju menggunakan lapisan pakaian dalam yang memiliki selang-selang berukuran sangat kecil yang diisi cairan pendingin. Sementara untuk mencegah hantaman serpihan benda antariksa seperti mikrometeorit, pakaian juga dilapisi bahan seperti Dacron atau Kevlar. Kevlar selama ini juga dipakai sebagai materi pembuat busana tahan peluru. (R Bambang Aris S)
Foto: Howstuffworks.com, chinadaily.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar