Penggemar dunia kemiliteran atau penggemar film action pasti tak asing dengan sosok kendaraan militer ringan AS yaitu Humvee. Namun dalam beberapa tahun ke depan sosok kendaraan yang jangkung dengan bodi lebar ini takkan dijumpai lagi karena sudah dilengserkan penggantinya yang disebut JLTV.
JLTV adalah singkatan dari Joint Light Tactical Vehicle atau kendaraan taktis ringan gabungan. Maksudnya gabungan karena kendaraan ini bakal digunakan oleh semua matra militer di AS seperti AD, AL, AU dan marinir.
Lantas kenapa Humvee yang sudah mulai ada tahun 1989 harus digusur dari peran dominannya di berbagai front yang selama ini diterjuni oleh militer AS? Pertimbangan keamanan menjadi faktor utamanya. Humvee yang tadinya dibuat untuk menggantikan fungsi aneka kendaraan militer ringan nontempur (atau yang selama ini secara salah kaprah disebut sebagai jip) sejak kelahirannya memang tidak dirancang untuk punya bodi yang tahan tembakan, apalagi bom atau ranjau.
Karena itu sejak beberapa tahun yang lalu militer AS merilis proyek JLTV untuk mendapatkan kendaraan militer yang sedari lahir memang sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi aneka bahaya. Saat ini sudah ada tiga kontraktor yaitu Lockheed Martin, General Dynamics-AM General dan BAe-Navistar yang dipilih untuk membangun prototipe kendaraan tersebut untuk menjalani aneka pengujian hingga nantinya bisa dipilih satu kontraktor.
Menurut Kolonel John Myers dari salah satu lembaga AD AS yang terlibat dalam proyek ini, JLTV akan memberikan paduan kemampuan yang berimbang antara kinerja, daya angkut dan perlindungan. JLTV, kata dia seperti dikutip Defensetech.org, sepenuhnya dirancang sebagai kendaraan tempur dengan merujuk pada berbagai kebutuhan yang muncul dari medan perang seperti di Irak dan Afghanistan.
JLTV juga dinilai lebih ekonomis ketimbang kendaraan jenis Mine Resistant, Ambush Protected (MRAP) atau kendaraan tahan ranjau dan antisergapan yang saat ini banyak diterjunkan di Irak dan Afghanistan. MRAP memang aman, tapi bentuknya yang seukuran truk besar dengan harga hingga US$1 juta (sekitar Rp 10 miliar) per unit dinilai tak praktis, apalagi kendaraan ini sulit diangkut dengan pesawat atau helikopter sehingga mengurangi mobilitas.
Spesifikasi JLTV sendiri adalah lebih ringan dari Humvee dengan bobot antara 1,5 ton hingga 2,3 ton, sementara Humvee yang sudah dimodifikasi dengan aneka lapisan tahan peluru bobotnya bisa membengkak hingga 5,4 ton. Namun JLTV ditargetkan lebih tahan ledakan ranjau, punya fisik lebih jangkung dan punya lambung berbentuk V yang bisa mengalihkan tenaga ledakan ke sisi luar. Harganya dipatok antara US$200.000-250.000 atau Rp 2,1 miliar hingga Rp 2,6 miliar. (R Bambang Aris S)
Foto: Defensetech.org
Tidak ada komentar:
Posting Komentar